Kita sepakat denagn keputusan penetapan harga yang dilakukan oleh perusahaan yang memiliki beberapa kekuatan pasar seperti: perusahaan monopoli, persaingan monopolistic, dal oligopoly. Seperti yang telah dalam bab sebelunya, perusahaan dalam persaingan sempurna tidak pengendalian atas kelebihan harga yang mereka bebankan terhadap produk mereka; harga ditentukan oleh kekuatan pasar. Dengan demikian, penentuan harga dalam persainagn sempurna adalh sederhana membebankan harga yang sama dengan perusahaan lainnya yang berbeda dalam pasar untuk produk yang mereka hasilkan.
Di sisi lain,
perusahaan dengan kekuatan pasar memiliki beberapa pengaruh dalam penetapan
harga. Oleh karena itu, sangat penting bagi manajer, untuk mempelajari beberapa
strategi dasar terkait penetapan harga untuk memaksimalkan laba perusahaan. ini
memberikan saran praktis yang dapat anda gunakan untuk mengimplementasikan
strategi penetapan harga yang biasanya menggunakan informasi yang mudah dibaca
dan tersedia untuk manajer.
Keputusan penetapan harga yang optimal akan bervariasi antar perusahaan tergantung pada struktur pasar yang mendasari industri dan instrumen yang tersedia. dengan demikian kita akan memulai dengan membahas strategi dasar terkait penetapan harga yang digunakan oleh perusahaan monopoli, persaingan, monopolistic, dan Oligopoli dalam penentuan harga yang memaksimalkan laba kita selanjutnya akan membahas strategi penetapan harga secara lebih mendalam yang memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan laba yang lebih besar.
A. STRATEGI DASAR TERKAIT
PENETAPAN HARGA
Strategi dasar terkait penetapan harga yang secara umum
dagunakan oleh perusahaan dengan kekuatan pasar. Menetapkan harga tunggal untuk
seluruh pelanggan, misalnya saat penerimaan marginal sama dengan biaya
marginal. Dimulai dengan meninjau ulang dasar ekonomi terkait strategi
penetapan harga dan dapat dimplementasikan dalam monopoli, persaingan
monopolistik. dan oligopoli Cournot.
Suatu Tinjauan Terkait
Aturan Dasar untuk Memaksimalkan Laba
Perusahaan dengan kekuatan pasar menghadapi kurva
permintaan yang miring ke bawah untuk produk mereka, Hal tersebut berarti,
dengan menetapkan harga tertinggi, perusahaan mengurangi sejumlah barang yang
dapat dijual. Jadi, terdapat trade-off antara menjual banyak barang dengan
harga yang rendah dan menjual sedikat barang dengan harga yang tinggi
Aturan Penetapan Harga
Secara Sederhana untuk Monopoli dan Persaingan Monopolistik
Dalam bab sebelumnya, dalam situasi saat manajer mempunyai
perkiraan tentang fungsi permintaan dan fungsi biaya untuk produk perusahaan,
penghitungan terkait harga yang memaksimalkan laba dapat dilakukan secara
langsung.
Meskipun perusahaan berskala kecil dapat memperoleh
beberapa informasi tentang permintaan dan biaya dari informasi yang tersedia
secara publik. Hal yang terpenting adalah menunjukkan bagaimana informasi
tersebut dapat digunakan untuk membuat keputusan penetapan harga. Kuncinya
adalah dengan mengingat hubungan antara elastisitas permintaan untuk produk
perusahaan dan penerimaan marginal. Hubungan tersebut diringkas dengan rumus
sebagai berikut.
Rumus: Peneriman Marginal untuk Perusahaan dengan
Kekauatan Pasar. Penerimaan marginal untuk perusahaan dengan kekuatan pasar
dituliskan sebagai berikut.
MR=
P[1+𝐸𝐹]
𝐸𝐹
Yang mana, E, adalah elastisitas harga permintaan untuk
produk perusahaan dan P merupakan harga yang ditetapkan.
Prinsip
Markup yang Memaksimalkan Laba untuk Monopoli dan
Persaingan Monopolistik Harga yang memaksimalkan laba adalah
P =
[ 𝐸𝐹 ]
MC
1+𝐸𝐹
Yang mana, E adalah elastisitas harga permintaan untuk
produk perusahaan dan MC adalah biaya marginal perusahaan. Bagian yang terdapat
dalam tanda kurung merupakan faktor markup yang optimal.
Seorang manajer harus mengingat dua hal penting tentang
aturan penetapan harga Pertama, semakin elastis permintaan untuk produk
perusahaan. semakin rendah markup yang memaksimalkan laba.
Aturan penetapan harga
secara sederhana untuk oligopoli Cournot
Ingat bahwa Oligopoli cornet terhadap beberapa perusahaan
dalam pasar yang melayani kebanyakan konsumen perusahaan menghasilkan produk
yang berbeda maupun produk yang homogen dan setiap perusahaan percaya pesaing
akan menjaga keluarannya tetap konstan jika perusahaan mengubah keluarannya
yang dihasilkan.
Seorang manajer
perusahaan di Oligopoli Oligopoli kornet produksi saat penerimaan Marginal sama
dengan biaya Marginal kita juga mempelajari bagaimana menghitung harga dan
jumlah yang memaksimalkan laba Berdasarkan informasi tentang kurva permintaan
dan kurva biaya ingat bahwa prosedur ini mensyaratkan informasi yang sempurna
tentang permintaan dan biaya yang dari seluruh perusahaan yang ada dalam
industri dan dihadapkan pada fakta bahwa penerimaan marginal dari pelaku
Oligopoli kornet tergantung pada keluaran yang dihasilkan oleh seluruh
perusahaan yang berada di pasar akhirnya solusinya adalah berdasarkan pada
perpotongan dari fungsi reaksi.
B. STRATEGI UNTUK MENGHASILKAN
LABA YANG LEBIH BESAR
Analisis dalam sesi sebelumnya megilustrasikan bagaimana seorang manajer dapat mengimplementasikan aturan yang familiar, yaitu MR = MC untuk menetapkan harga yang memaksimalkan laba. Dengan demikian fungsi permintaan dengan fungsi biaya yang di tentukanmisalnya harga dapat dihitung secara langsung.
Dalam beberapa pasar, manajer dapat menigkatkan laba diatas yang dapat dihasilkanya hanya dengan menetapkan harga tunggal per unit untuk seluruh konsumen.
Mengambil surplus dari
konsumen
Surplus konsumen (Consumer Surplus) adalah ukuran ekonomi
dari manfaat konsumen.Surplus konsumen terjadi ketika harga yang dibayar
konsumen untuk suatu produk atau jasa kurang dari harga yang bersedia mereka
bayarkan. Ini adalah ukuran dari manfaat tambahan yang diterima konsumen karena
mereka membayar lebih sedikit untuk sesuatu daripada yang bersedia mereka
bayar. Consumer Surplus terjadi ketika konsumen bersedia membayar lebih untuk
produk tertentu daripada harga pasar saat ini.
Konsep Consumer
Surplus dikembangkan untuk mengukur manfaat sosial dari barang publik seperti
jalan raya nasional, kanal, dan jembatan. Ini telah menjadi alat penting di
bidang ekonomi kesejahteraan dan perumusan kebijakan perpajakan oleh
pemerintah.
Surplus konsumen didasarkan pada teori ekonomi utilitas
marjinal, yang merupakan kepuasan tambahan yang diperoleh konsumen dari satu
unit barang atau jasa lagi. Kegunaan suatu barang atau jasa bervariasi dari
individu ke individu berdasarkan preferensi pribadi mereka.
Diskriminasi Harga
Diskriminasi harga adalah penentuan harga yang berbeda –
beda, pada kuantitas yang berbeda pada sebuah produk, pada waktu yang berbeda
untuk setiap pelanggan yang berbeda, atau pasar yang berbeda tetapi bukan
berdasarkan perbedaan biaya. Contohnya perusahaan telepon biasanya menerapkan
tarif tertentu per panggilan untuk sejumlah panggilan tertentu dan tarif yang
lebih murah bagi sekumpulan panggilan berikutnya,
Penetapan Harga Dua Bagian
Yaitu strategi penetapan harga dimana konsumen dikenakan
biaya tetap terkait hak untukmembeli produk, ditambah biaya per unit untuk
setiap unit yang dibeli. Penetapan hargadua bagian ini juga memungkinkan
perusahaan untuk mengambil seluruh surpluskonsumen dari konsumen. Prinsip :
Suatu perusahaan dapat meningkatkan laba dengan menerapkan penetapanharga dua
bagian : menetapkan harga per-unit yang besarnya sama dengan biayamarginal,
ditambah biaya tetap yang besarnya sama dengan surplus konsumen yangditerima
setia.
Block Princing
Cara lainnya yang dapat dilakukan perusahaan dengan
kekuatan pasar untuk meningkatkan laba adalah dengan menerapkan block pricing.
Jika Anda membeli tisu toilet dalam kemasan yang terdiri atas empat gulungan
atau satu kaleng minuman bersoda dalam enam pak, Anda telah memiliki pengalaman
secara langsung terkait block pricing.
Commodity Bundling
Strategi lainnya yang dapat digunakan manajer untuk
meningkatkan laba adalah commodity bundling. Commodity bundling mengacu pada
praktik menjual dua atau lebih produk secara bersama dan menjualnya dalam satu
"harga paket". Misalnya, biro perjalanan biasanya menjual "paket
penawaran" yang mencakup tiket pesawat, hotel, dan makanan dalam satu
harga paket dibandingkan menetapkan harga untuk masing-masing komponen liburan
secara terpisah. Perusahaan komputer menjual komputer, monitor, dan perangkat
lunak serta menjualnya dalam harga paket. Kebanyakan diler mobil menjual secara
bersamaan beberapa pilihan seperti AC. power steering, serta transmisi otomatis
dan menjualnya dalam "harga pake khusus Mari kita lihat bagaimana praktik
ini dapat meningkatkan laba.
Strategi Penetapan Harga Untuk Struktur Biaya Dan Permintaan Khusus
Peak-load pricing
Peak-load pricing yaitu strategi penerapan harga dimana
harga yang lebih tinggi ditetapkan selama jam-jam sibuk daripada selama jam-jam
sedang tidak sibuk. Prinsip strategi penetapan harga ini yaitu saat permintaan
lebih tinggi pada beberapa waktu dalam suatu hari dibandingkan beberapa waktu
lainnya, perusahaan dapat meningkatkan laba melalui strategi ini. Dimana dengan
menetapkan harga yang lebih tinggi selama waktu puncak daripada yang ditetapkan
selama bukan waktu puncak.
Penetapan harga
beban puncak semacam ini dapat digunakan ketika jumlah barang dan jasa yang
disediakan oleh perusahaan sangat terbatas, dan ada perubahan permintaan
pembeli di masa mendatang. Misalnya, meskipun perusahaan telepon sering
menganggur pada akhir pekan dan malam hari, namun telah menggunakan kapasitas
selama jam sibuk untuk melayani 97% penggunanya.
Melalui penetapan
harga beban puncak ini, perusahaan dapat menaikkan harga listrik menjadi lebih
tinggi dari biaya rata-rata selama periode permintaan tinggi dan mengurangi
biaya variabel di luar periode puncak. Tarif rendah yang dikenakan selama
jam/hari di luar jam sibuk dapat meningkatkan pendapatan dengan menarik
langganan yang lebih jarang menggunakan ponsel.Perusahaan telepon sering
menggunakan harga beban puncak untuk menentukan tarif panggilan langsung jarak
jauh.
Subsidi – silang
Subsidi silang merupakan sebuah strategi penetapan harga yang mana laba yang diperoleh dari penjualan suatu produk digunakan untuk mensubsidi penjualan dari produk terkait. Prinsip dari metode ini yaitu saat permintaan untuk kedua produk yang dihasilkan oleh perusahaan saling terkait melalui biaya atau permintaan, perusahaan dapat meningkatkan laba dengan menerapkan subsidi silang atau menjual suatu produk tepat berada atau dibawah biayanya dan produk lainnya dijual di atas biayanya.
Transfer Pricing
Transfer pricing yang optimal-harga internal dimana divisi
hulu harus menjual masukan kedivisi hilir perusahaan untuk memaksimalkan laba
keseluruhan dari perusahaan. Transfer pricing merupakan hal yang penting karena
sebagian besar manajemen divisi menetapkan insentif untuk memaksimalkan laba
divisi mereka sendiri. Jika pemilik perusahaan tidak mengatur transfer pricing
yang optimal, namun membiarkan manajer dibisi mengatur harga masukan yang
diproduksi secara internal sehingga memaksimalkan laba dari divisi mereka,
hasilnya kemungkinan akan menurunkan keseluruhan laba bagi perusahaan.
Untuk menghindari masalah gardin ganda, transfer pricing harus ditentukan sehingga memaksimalkan nilai keseluruhan perusahaan daripada laba dari divisi hulu. Untuk melihat bagaimana hal ini dapat dicapai, misalkan divisi hilir membutuhan satu unit masukan (satu mesin), misalnya untuk memproduksi satu unit keluaran akhir (satu mobil). Asumsikan bahwa divisi hilir memiliki biaya marginal untuk perakitan keluaran akhir, yang dilambangkan sebagai MCd , yang merupakan tambahan biaya untuk memperoleh masukan dari divisi hulu. Dalam hal ini, laba secara keseluruhan bagi perusahaan adalah maksimal saat divisi hulu menghasilkan mesin sehingga biaya marginal, MCd, sama dengan penerimaan marginal bersih dari divisi hilir (NMRd).
NMRd = MRd
– MCd = MCd
Masukan ini dapat dikonversi menjadi unit keluaran lainnya
dan dijual untuk menghasilkan pendapatan tambahan sebesar MRd dipasar produk
akhir hanya setelah divisi hilir mengeluarkan dana tambahan sebesar MCd untuk
mengkonversi masukan menjadi keluaran akhir. Manfaat marginal yang sebenarnya
bagi perusahaan terkait memproduksi unit lainnya dari masukan adalah NMRd.
mengaturnya sehingga dengan biaya marginal dari memproduksi masukan akan
memaksimalkan laba perusahaan secara keseluruhan.
Karena divisi hulu sekarang harus menjual masukan secara internal pada harga yang tetap sebesar PT per unit, maka divisi hulu bertindak seperti perusahaan dalam persaingan sempurna dan memaksimalkan laba dengan berproduksi saat harga sama dengan biaya marginal PT = MCd. karena satu unit masukan diperlukan untuk setiap keluaran, biaya marginal divisi hilir memaksimalkan laba divisinya dengan berproduksi saat penerimaan marginal sama dengan biaya marginal. MRd = MCd + PT. Karena PT = MCd , Kita dapat menulis ulang persamaan tersebut sebagai MRd – MCd = MCU2 yang sama persis dengan kondisi untuk memaksimalkan laba perusahaan secara keseluruhan.
Transfer pricing yang optimal diatur sehingga pendapatan bersih marginal perusahaan dari memproduksi mesin sama dengan biaya marginal divisi hulu dalam memproduksi mesin.
Strategi Penetapan Harga Dipasar Dengan Persaingan Harga Yang Intens
Price Matching
suatu strategi dimana perusahaan mengiklankan harga dan
menjanjikan untuk menyesuaikan harganya dengan harga terendah yang ditawarkan
oleh pesaing. suatu strategi dimana perusahaan mengiklankan harga dan
menjanjikan untuk menyesuaikan harganya dengan harga terendah yang ditawarkan
oleh pesaing, periklanan strategi price matching titik perusahaan yang
menggunakan strategi price matching mengiklankan suatu harga yang dijanjikan
untuk menyesuaikan harga terhadap setiap harga terendah yang ditawarkan oleh
pesaing untuk menggambarkan bagaimana strategi yang tersebut dapat meningkatkan
laba maksimal perusahaan di pasar memainkan one shot Bertrand procing game.
meskipun demikian, selain iklankan suatu harga, perusahaan mengiklankan
komitmennya untuk menyesuaikan harganya dengan harga terendah yang ditemukan di
pasar.
Mendorong Loyalitas
Terhadap Merek
Pelanggan yang loyal terhadap merek akan terus membeli produk perusahaan bahkan jika perusahaan lain menawarkan harga yang (sedikit) lebih baik. Dengan mendorong loyalitas terhadap merek, perusahaan mengurangi jumlah konsumen yang akan “beralih” ke perusahaan lain jika perusahaan pesaing melakukan pemotongan harga.
Perusahaan dapat menggunakan beberapa metode untuk mendorong loyalitas terhadap merek. Salah satu metode yang paling umum adalah terlibat dalam kampanye iklan yang mempromosikan bahwa produk perusahaan lebih baik daripada produk pesaing.
Penetapan Harga Secara Acak
Penetapan harga secara acak adalah strategi penetapan harga yang mana perusahaan dengan sengaja menetapkan harganya secara beragam sebagai upaya untuk “menyembunyikan” informasi harga dari konsumen dan pesaing. Strategi tersebut dapat menguntungkan perusahaan berdasarkan dua alasan. Pertama, saat perusahaan mengadopsi strategi penetapan harga secara acak, konsumen tidak bisa belajar dari pengalaman terkait kapan perusahaan menetapkan harga terendah di pasar. Keuntungan kedua dari penetapan harga secara acak adalah mengurangi kemampuan perusahaan pesaing untuk melakukan pemotongan terhadap harga yang ditetapkan perusahaan.
Tidak ada komentar